Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Cara Mengundurkan Diri Dengan Cara Profesional

Written on Selasa, 24 Maret 2015 | 10.04

Banyak alasan yang menyebabkan Anda resign dari pekerjaan Anda. Mungkin Anda mendapat peluang kerja yang lebih baik di tempat lain? Atau Anda kurang cocok dengan lingkungan kerja di kantor Anda saat ini? Apapun alasan Anda untuk mengundurkan diri dari pekerjaan Anda, Anda tetap harus meninggalkan kesan positif di kantor lama Anda.

seputarbisnisdanmanajemen.blogspot.comBerikut ini beberapa Cara Mengundurkan Diri Dengan Cara Profesional yang bisa Anda ketahui :

Bicarakan Langsung Dengan Atasan Anda
Pastikan bahwa atasan Anda adalah orang pertama yang tahu mengenai rencana pengunduran diri Anda. Jangan sampai beredar gosip kantor tentang pengunduran diri Anda, padahal Anda belum berbicara langsung dengan atasan Anda. Kalau hal ini terjadi, bukan tak mungkin atasan Anda merasa ‘sakit hati’.

Informasikan Pengunduran Diri Anda Dari Jauh Hari
Pengunduran diri mendadak akan merepotkan banyak orang. Jadi, beri waktu setidaknya 1 bulan antara saat Anda mengajukan surat pengunduran diri hingga hari terakhir Anda bekerja. Waktu tersebut diperlukan untuk transisi pekerjaan antara Anda dengan orang yang akan menggantikan Anda.

Tetap Bekerja Sebaik Mungkin
Walaupun sudah mengundurkan diri, bukan berarti Anda jadi bekerja asal-asalan. Tetaplah bekerja sebaik mungkin. Kalau perlu, selesaikan semua pekerjaan Anda sebelum hari terakhir Anda, sehingga Anda meninggalkan kantor lama Anda dengan kesan positif.

Jaga Bicara
Bisa jadi Anda mengundurkan diri karena ketidakcocokan dengan atasan atau rekan kerja Anda. Tapi, tetap jaga bicara Anda hingga saat Anda mengundurkan diri, baik secara langsung maupun di media sosial. Menjelek-jelekkan atasan atau rekan kerja Anda sebagai alasan Anda mengundurkan diri akan meninggalkan kesan negatif pada diri Anda. Lagi pula, siapa tahu suatu saat nanti Anda harus bekerja sama lagi dengan atasan atau rekan kerja Anda tersebut?

Kembalikan Semua Properti Kantor
Selama bekerja, mungkin Anda mendapatkan pinjaman seperti laptop kantor atau properti lainnya. Jangan lupa untuk mengembalikan barang-barang ini sebelum Anda pindah ke kantor baru.

Perhatikan Etika Kerja Dan Kontrak Anda
Walaupun sudah tidak bekerja di kantor lama Anda, Anda tetap harus menjaga kerahasiaan perusahaan serta klien Anda. Hal ini semakin harus diperhatikan jika Anda pernah menandatangani non-disclosure agreement.

Pamit
Pamit kepada seluruh rekan kerja, baik secara langsung maupun melalui email, memberikan kesan yang baik. Terima kasih yang sederhana atas kesempatan Anda untuk bekerja dan mempelajari hal baru di kantor Anda pun cukup, kok.

Jangan Lupakan Klien Anda
Jangan lupa menginformasikan pada klien atau pihak lain di luar perusahaan yang berhubungan dengan Anda mengenai pengunduran diri Anda. Perkenalkan juga mereka dengan orang yang menggantikan Anda, untuk memastikan transisi pekerjaan yang mulus.

Jaga Kontak Dengan Atasan Dan Rekan Kerja
Jaga networking Anda dengan atasan dan rekan kerja di kantor lama. Bukan tidak mungkin networking ini akan berguna bagi Anda di masa depan.
10.04 | 0 komentar | Read More

Bagaimana Harus Memulai Sebuah Usaha

Written on Senin, 23 Maret 2015 | 21.07

Ada banyak pertanyaan tentang Bagaimana Harus Memulai Sebuah Usaha. Jawabannya pun beraneka. Ada yang harus cari modal dulu, ada yang harus mempelajari pasar, bahkan yang ekstrim ada yang mengatakan modalnya nekad saja! Semuanya tak salah. Sebab, dari mana saja mau mulai berwirausaha, asal punya niat, tekad, ketekunan, keuletan, semangat tak mudah menyerah, pasti akan ada hasil yang dicapai.
seputarbisnisdanmanajemen.blogspot.com

Banyak contoh nyata orang yang bermodal nekad bisa jadi pengusaha sukses. Tak sedikit pula pengusaha yang berawal dari persiapan matang akhirnya benar-benar sukses membesarkan usahanya. 

Apa yang dilakukan banyak pengusaha sukses lain ini bisa diwakili oleh sebuah kalimat bijak yang sudah sering kita dengar, yakni asal ada kemauan, pasti ada jalan, ”When there is a will, there is a way.” Nah, lantas,jika kita sudah ada kemauan, usaha apa yang bisa ditekuni? Pilihannya sangat beragam. Untuk mengeksplorasi jenis usaha apa saja yang bisa ditekuni sebenarnya cukup gampang. Modalnya hanyalah ATM, yakni Amati, Tirukan, dan Modifikasi.

1. Amati
Yang perlu dilakukan hanyalah dengan melihat sekeliling Anda. Ada banyak bertebaran jenis usaha yang bisa Anda tekuni. Mulai dari yang sudah banyak digeluti oleh orang lain, maupun usaha-usaha yang menurut Anda masih jarang yang disentuh orang lain. Atau, dari pengamatan itu, barangkali Anda bisa menemukan sejumlah kebutuhan orang yang belum tersentuh sehingga bisa jadi ladang bisnis yang baru.

Ambil contoh, lihat kendaraan berseliweran di jalanan. Kalau Anda bisa utak-atik kendaraan, kenapa tidak coba buka usaha bengkel? Biar lebih spesifik layanannya, buat bengkel yang siap dipanggil kapan saja, kalau perlu 24 jam!

2. Tirukan
Untuk menjalankan bisnis yang berhasil, coba tirukan bisnis yang ramaimendapat pelanggan di sekitar Anda. Misalnya Anda melihat pedagang bakso yang ramai. Coba, lihat apa yang membuatnya laris. Apakah lokasinya, rasanya, atau mungkin pelayanannya yang unik. Tirukan saja, apa kunci sukses yang membuatnya ramai.

Salah satu cara meniru yang sekarang sedang tren yaitu usaha dengan sistem waralaba. Pemilik usaha dengan sistem waralaba sebenarnya sudah merelakan usahanya di-copy paste oleh jaringan waralabanya, dan itu sah-sah saja, bahkan senang karena jaringan usahanya makin membesar. Karena itu, jangan segan jika bertemu dengan bisnis yang ramai, kalau mau ajaklah kerja sama, dengan begitu dalam meniru langkah suksesnya Anda bisa lebih pasti.

3. Modifikasi
Kalau sudah menemukan jenis usaha yang akan dicontoh, jangan asal contek saja. Ubahlah berdasar kreativitas Anda. Misalnya biar makin ramai Anda gunakan cara yang unik, contoh bikin bakso yang kotak, atau bakso yang dibakar. Gunakan pula promosi yang unik. Misalnya beri kejutan gratisbayar untuk konsumen mangkuk ke-100, serta berbagai jenis promosi unik lainnya.

Bagaimana, sudah mulai mendapat gambaran? Yang penting, jika sudah menemukan jenis usaha yang ingin Anda geluti, segera take action! Lakukan dengan sepenuh hati dan terjuni dengan tekad kuat agar berhasil. Ingat. Peluang ada di mana-mana, tapi peluang baru benar-benar jadi uang kalau Anda mau mewujudkannya.
---|---



*) Disarikan dari tulisan Agoeng Widyatmoko di andriewongso.com
Penulis adalah konsultan independen usaha kecil (UKM). Jika ingin mencari peluang lain untuk jadi entrepreneur, dapat membaca buku tulisan Agoeng berjudul 100 Peluang Usaha, Peluang Usaha untuk Anak Muda, Peluang Usaha untuk Ibu rumah Tangga, dan Peluang Usaha untuk Pensiunan.
21.07 | 0 komentar | Read More

Manajemen Keuangan Trading

“Money management itu penting” mungkin kita sudah sering dengar "petuah-petuah" dari para senior trader. Tetapi sudah sejauh mana kita menerapkan Money Management ?

Meskipun money management adalah topik yang simple dan sering kita dengar, tapi masih sering juga kita ketemu trader yang mengeluh karena loss besar. Bahkan, kita sering masuk ke pasar dengan strategi yang benar dan menghasilkan profit, tapi keluar dengan posisi loss.

Diluar dari skill si trader dalam menganalisa market, ternyata sisi psikologi merekalah yang sebenarnya menyebabkan mereka Loss. Apa yang menyebabkan hal ini terjadi? Apakah pasar itu sangat sulit untuk dimengerti? Atau apa sebenarnya kesalahan simple yang bikin kita loss ?

Kebanyakan trader mengalami kerugian yang besar karena tidak mengerti apa itu yang dinamakan risk and reward. Artinya, kita harus mengerti dulu berapa jumlah kerugian yang akan kita hadapi untuk mendapatkan suatu keuntungan.
seputarbisnisdanmanajemen.blogspot.com


Pentingnya Manajemen Keuangan Dalam Trading

Tanpa pengetahuan mengenai manajemen resiko, kita seringkali menemukan trader yang terlalu lama menahan posisi floating loss. Tapi pas posisi floating profit, buru-buru untak close position. Hasilnya, posisi awal yang seharusnya profit berakhir tragis dalam keadaan rugi. Lalu kalau begitu keadaannya kita harus ngapain ?

Sebelum kita melakukan open position, kita harus memperhitungkan dengan cermat berapa jumlah kerugian yang akan kita tentukan, dan juga berapa profit yang akan kita dapatkan. Untuk itu kita perlu menentukan berapa rasio Stop Loss dan Take Profit.

Secara umum, rasio dari risk and reward adalah 1:2. Tapi ini bukan sebuah kewajiban menggunkan ratio 1 : 2 tergantung strategi manajemen keuangan kita. Contoh: trader A melakukan posisi buy pada currency USD/JPY pada running price 90.00 dengan menggunakan ratio risk and reward 1:2. Maka stop loss yang dipasang pada point 89.80 dan Take Profit pada point 90.40.

Dengan perhitungan risk and reward yang cermat, maka trader akan terjaga dari open posisi yang tidak sebanding dengan profit yang akan didapat.  Dengan menggunakan Stop Loss dan Taking Profit, ini membantu kita supaya tidak  perlu lagi mantengin chart setiap hari dan khawatir terkena margin call.

Dengan stop loss dan taking profit juga, membuat kita menjadi seorang trader yang disiplin dalam profit. Profit gak perlu banyak tiap hari yang penting konsisten. Stop Loss lebih besar dari Taking Profit, maka sistem trading nya belum bisa dikatakan sebagai bisnis.

Capek-capek mengumpulkan 10x profit hilang oleh 1x loss. Stop Loss = Taking Profit, maka sistem trading nya masih sarat dengan dominasi unsur spekulatif/ untung-untungan. Lebih berkonotasi gambling sistem. Stop Loss lebih kecil dari Taking Profit, inilah seharusnya sistem trading yang kita jalankan. Teknik ini merupakan kebiasaan dari trader-trader besar dunia.
Cuma, teknik ini membutuhkan dukungan psikologi trading yang kuat karena hold floating profit lebih memicu adrenalin ketimbang hold floating loss.

00.17 | 0 komentar | Read More

Tips Trading Online Untuk Pemula

Written on Minggu, 22 Maret 2015 | 23.58

Trading forex online mungkin terlihat mudah, akan tetapi hal tersebut juga membutuhkan penelitian mendalam serta persiapan yang matang. Seiring dengan perkembangan zaman, Trading forex online telah membawa perubahan besar pada pasar dunia, terlebih untuk para investor dan spekulan. Untuk memulainya kita hanya butuh modal awal yang rendah, tidak di perlukannya pengalaman khusus dan beberapa software yang bersahabat. Akan tetapi, untuk trader pemula yang tergolong baru di dunia trading, perlu menyadari akan adanya trik dan jebakan yang justru dapat menguras uang kita.

seputarbisnisdanmanajemen.blogspot.com


Beberapa Trik Yang Bisa Dipakai Dalam Trading Forex Online

1. Prioritas.
Pertimbangkan penghasilan, aset, utang dan keadaan keuangan kita.

2. Tentukan gaya trading kita.
Biasakan terlebih dahulu dengan menggunakan demo acc untuk mendapatkan gaya trading kita sendiri.

3. Pergerakan harga.
Pelajarilah pergerakan harga. Gunakan berbagai metode periode, dari long term period ke short term period , untuk mengetahui trend jangka panjang dan jangka pendek sesuai dengan tipe kita. Lalu coba gunakan periode tersebut untuk trading secara langsung.

4. Entry point.
Perhatikan titik suport dan resistance. Titik suport adalah titik harga terendah dalam harga, resistance adalah kebalikanya titik harga tertinggi harga pada chart price. Tunggu harga ketika mencapai salah satu titik tersebut, ketika harga sudah melewati salah satu dari ke - 2 titik tersebut barulah kita dianjurkan untuk melakukan open posisi.

5. Money management.
Jangan melakukan trading online lebih dari 2% modal yang kita miliki untuk tiap kali open posisi, tidak perduli apabila kita yakin dengan keputusan open posisi kita tersebut. - [Baca : Manajemen Keuangan Trading]

6. Selalu menggunakan Stoploss yang akan menutup posisi kita ketika harga tidak sesuai dengan prediksi kita.
Stop loss adalah salah satu langkah penting guna meminimalisir kerugian dalam trading forex. Dengan penggunaan stop loss, kita bisa menentukan berapa besar resiko yang bisa kita terima untuk melindungi aset modal kita.
23.58 | 0 komentar | Read More

Tips Membatasi Penggunaan Kartu Kredit

seputarbisnisdanmanajemen.blogspot.comSebuah berita di Bisnis.com pada beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa transaksi penggunaan kartu kredit pada Desember 2013 hingga April 2014 mengalami peningkatan sebesar 18,32%. Hal ini berbanding terbalik dengan transaksi penggunaan kartu debit yang justru menurun sebesar 3,54% pada waktu yang sama.
Beberapa ekonom menuturkan bahwa peningkatan penggunaan kartu kredit ini disebabkan oleh menurunnya pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menyebabkan berkurangnya jumlah uang yang dimiliki masyarakat. Tapi karena berkurangnya jumlah uang ini tidak dibarengi dengan penurunan gaya hidup masyarakat, maka semakin banyak orang yang menggunakan kartu kredit.

Data ini menunjukkan kecenderungan orang untuk menggunakan kartu kredit sebagai pengganti uang tunai. Saat uang tunai sedang tidak siap di dompet, ‘pinjaman’ dari bank melalui kartu kredit adalah cara yang mudah untuk melakukan transaksi. Sayangnya, kebanyakan orang sering lupa menyesuaikan penggunaan kartu kredit dengan kemampuan mereka untuk membayar hutang. Akibatnya, hutang menumpuk dan melebihi batas ideal 30% dari total pendapatan.

Memiliki kartu kredit tak ada salahnya sebagai pegangan di saat darurat. Tapi tentu saja, Anda harus bisa menggunakannya dengan bertanggung jawab. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk membatasi penggunaan kartu kredit Anda:

1. Simpan kartu kredit Anda
Agar Anda tidak tergoda menggunakan kartu kredit untuk berbelanja, simpan kartu kredit Anda di rumah bersama barang-barang seperti paspor serta dokumen penting lain yang jarang Anda gunakan.

2. Hapus data kartu kredit Anda dari situs belanja online
Situs belanja online seperti Amazon dan iTunes biasanya menyimpan informasi kartu kredit Anda untuk mempermudah saat berbelanja. Hapus saja data kartu kredit tersebut, sehingga proses berbelanja Anda jadi lebih sulit dan Anda jadi lebih punya waktu untuk berpikir ulang sebelum berbelanja.

3. Rencanakan pembelian Anda
Saat Anda ingin membeli suatu barang, catat barang tersebut dalam dompet Anda. Beri waktu sekitar 1 minggu atau bahkan 1 bulan sebelum Anda membeli barang tersebut, sehingga Anda memiliki waktu untuk menghitung budget Anda sebelum berbelanja.

4. Tentukan prioritas berbelanja
Mana yang lebih penting: Membayar cicilan rumah atau membeli cicilan baru? Secara logika, pertanyaan tersebut bisa dijawab dengan mudah. Sayangnya, pembelanjaan biasanya dilakukan untuk mengikuti impuls yang muncul tiba-tiba.

5. Jangan berbelanja sendirian
Berbelanjalah bersama orang yang Anda percayai untuk mencegah Anda berbelanja hal-hal yang tidak perlu. Tapi tentunya Anda tidak disarankan untuk berbelanja bersama orang yang justru ‘meracuni’ anda untuk berbelanja.

6. Tentukan budget yang rasional
Seringkali belanja impulsif terjadi karena budget yang Anda buat terlalu ketat sehingga anda tidak memiliki kesempatan untuk menikmati uang yang Anda miliki. Misalnya, Anda menentukan anggaran rekreasi seperti jalan-jalan atau makan di restoran yang terlalu sedikit. Karena itu, buatlah budget yang rasional dan seimbangkan target menabung dengan kebutuhan rekreasi Anda.

7. Gantikan kartu kredit Anda dengan kartu debit
Untuk transaksi berbelanja yang mudah tanpa harus membawa uang tunai, Anda bisa menggunakan kartu debit daripada kartu kredit, sehingga anda membelanjakan uang yang sesuai dengan dimiliki tanpa harus berhutang. Simpan saja kartu kredit untuk hal-hal darurat yang muncul di luar dugaan.

seputarbisnisdanmanajemen.blogspot.com

Cermat dan bertanggung jawab menggunakan kartu kredit berperan penting untuk menjaga kesehatan keuangan anda. Jadi, jangan terlalu mudah untuk menggesek kartu kredit saat berbelanja.

23.16 | 0 komentar | Read More

Cara Membangun Usaha yang Dapat Berjalan Tanpa Anda

Written on Minggu, 20 Mei 2012 | 20.59

Seputar Bisnis dan Manajemen


Setiap orang yang mempunyai bisnis sangat mengharapkan sekali bisnis yang dibangunnya dapat berjalan tanpa Anda yang terlibat didalamnya. Jika Anda ingin mempunyai bisnis yang dapat berjalan tanpa Anda, ada beberapa yang harus Anda pegang diantaranya:

Sistem dan Manusia serta teknologi. 3 hal ini yang harus di pegang tanpa perlu Anda terlibat dalam sistem.

Sistem yang dimaksud adalah sistem diantaranya :

Marketing
Kontrol
SDM-nya


sedangkan teknologinya, itu harus yang :

Mudah
Cepat
Akurat


Untuk sistem rekrut dalam sebuah bisnis, awal yang menentukan bisnis Anda berjalan dengan baik atau tidak. Dengan mempunyai karyawan yang memiliki :

Passion = gairah, semangat dalam berkerja
Integrity = jujur (ini yang diutamakan)
Skill = kemampuan


Semoga bermanfaat.
20.59 | 0 komentar | Read More

Beberapa Pertanyaan Wawancara Yang menjebak Anda

Written on Jumat, 18 Mei 2012 | 09.19

seputar bisnis dan manajemen

Artikel dan tips menarik di bawah ini berdasarkan pengalaman pribadi admin pada waktu masih bertugas menjadi "reporter dadakan" di tempat bekerja dulu dan beberapa hari yang lalu sewaktu mewawancarai karyawan baru di tempat admin sendiri. Sejatinya ini adalah pertanyaan interview yang selalu di ajukan kepada calon karyawan baru, dan sudah menjadi semacam pertanyaan hafalan bagi para pewawancara. Bahkan admin sempat catat di agenda.

Dalam proses perekrutan pegawai tiap perusahaan membutuhkan beberapa tahapan untuk melakukan seleksi bagi pelamar pekerjaan yaitu pada umumnya tahapan test tertulis, interview, test kesehatan (kalau ada). Tidak sedikit pula banyak dari calon karyawan yang telah lulus dalam test tertulis akan tetapi gagal dalam tahap interview atau wawancara.

Mungkin ada baiknya membaca artikel menarik ini yang diharapkan bisa membantu para calon karyawan dalam menyiasati pertanyaan dari pewawancara. Berikut beberapa daftar pertanyaan yang mungkin adalah sebuah jebakan dalam sebuah proses wawancara:


1. Mengapa kami harus mempekerjakan Anda?
Ini peluang Anda untuk “menjual” diri Anda. Uraikan dengan singkat dan jelas kelebihan yang Anda miliki, kualifikasi Anda dan apa yang dapat Anda sumbangkan bagi perusahaan tersebut. Hati-hati , jangan memberikan jawaban yang terlalu umum. Hampir setiap orang mengatakan mereka merupakan seorang pekerja keras dan memiliki motivasi. Berikanlah jawaban yang memperlihatkan keunikan yang Anda miliki.

2. Mengapa tertarik bekerja di perusahaan ini?
Pertanyaan ini merupakan salah satu alat bagi si pewawancara untuk mengetahui apakah Anda mempersiapkan diri anda dengan baik. Jangan pernah datang untuk sebuah wawancara pekerjaan tanpa mengetahui latar belakang perusahaan. Dengan memiliki informasi yang cukup mengenai latar belakang perusahaan tersebut maka pertanyaan di atas memberikan kesempatan kepada Anda untuk memperlihatkan inisiatif, dan menunjukkan apakah pengalaman serta kualifikasi yang Anda miliki sepadan dengan posisi yang diperlukan.

3. Apa kelemahan utama Anda?
Rahasia dalam menjawab pertanyaan di atas adalah dengan berkata jujur mengenai kelemahan Anda, tapi jangan lupa menjelaskan bagaimana Anda mengubah kelemahan tersebut menjadi kelebihan. Misalnya, bila Anda memiliki masalah dengan perusahaan terdahulu, perlihatkan langkah yang Anda ambil. Hal ini memperlihatkan bahwa Anda memiliki kemampuan dalam mengenali aspek yang perlu diperbaiki dan inisiatif dalam memperbaiki diri Anda.

4. Mengapa berhenti dari perusahaan terdahulu?
Walaupun Anda berhenti dari pekerjaan terdahulu dengan cara yang tidak baik, Anda harus berhati-hati dalam memberikan jawaban. Usahakan untuk memberikan jawaban yang diplomatis. Bila Anda memberikan jawaban yang mengandung aspek negatif, kompensasikan jawaban tadi dengan jawaban yang positif. Bila anda mengeluhkan tentang pekerjaan terdahulu, maka hal ini tidak memberi poin apa-apa buat Anda.

5. Bagaimana Anda mengatasi masalah?
Tidak mudah memberikan jawaban bila Anda mendapatkan pertanyaan seperti di atas, terutama bila Anda baru lulus dan tidak memiliki pengalaman kerja. Pewawancara ingin melihat apakah Anda dapat berpikir kritis dan mengembangkan solusi tanpa melihat jenis permasalahan yang Anda hadapi, bahkan walaupun Anda tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Gambarkan langkah-langkah yang Anda lakukan dalam memprioritaskan pekerjaan. Hal ini memperlihatkan bahwa Anda bertanggungjawab dan tetap dapat berpikir jernih walaupun sedang menghadapi masalah.

6. Prestasi apa yang dibanggakan?
Rahasia dari pertanyaan di atas adalah dengan menyeleksi dan memilih secara spesifik prestasi yang berhubungan dengan posisi yang sedang ditawarkan. Walaupun Anda pernah menjuarai bola basket pada waktu kuliah, tetapi ini bukan merupakan sebuah jawaban yang diharapkan. Berikan jawaban yang lebih profesional dan lebih relevan. Pikirkan kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut dan kembangkan contoh yang memperlihatkan bagaimana Anda dapat memenuhi kebutuhan perusahaan.

7. Berapa gaji yang Anda harapkan?
Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang tersulit terutama bagi mereka yang tidak memiliki pengalaman kerja yang cukup.Yang perlu Anda lakukan sebelum wawancara adalah mencari tahu pasaran gaji untuk posisi yang ditawarkan agar Anda dapat memberikan jawaban atas pertanyaan ini. Beritahu pewawancara bahwa Anda terbuka untuk membicarakan mengenai kompensasi bila saatnya tiba. Bila terpaksa, berikan jawaban yang berupa kisaran angka, bukan angka tertentu.

8. Bisa ceritakan mengenai diri Anda?
Mungkin pertanyaan di atas tampaknya mudah tetapi pada kenyataannya tidaklah semudah yang Anda bayangkan. Yang pasti Anda harus menyadari bahwa pewawancara tidak tertarik untuk mengetahui apa yang Anda lakukan di akhir pekan ataupun dari daerah mana Anda berasal. Pewawancara berusaha mengetahui Anda secara profesional. Siapkan dua atau tiga poin mengenai diri Anda, baik pengalaman kerja maupun sasaran karir Anda dan tetap konsisten. Rangkum jawaban Anda dengan mengungkapkan keinginan Anda sebagai bagian dari perusahaan tersebut. Bila memiliki jawaban yang mantap maka hal ini dapat membawa Anda pada pembicaraan yang memperlihatkan kualifikasi Anda.

Nah, kira-kira itulah beberapa pertanyaan yang sedikit menjebak para calon karyawan baru pada saat test interview. Bagaimana menurut anda ? Mari berbagi pengalaman.....
09.19 | 0 komentar | Read More

Kunci Mendongkrak Penjualan Anda

Written on Jumat, 11 Mei 2012 | 08.17

seputarbisnisdanmanajemen.blogspot.com
Kunci Mendongkrak Penjualan Anda
Banyak hal yang dapat dilakukan dalam mendongkrak pemasaran dan penjualan. Sama seperti Anda berusaha sekuat tenaga mendongkrak rating blog Anda di mesin pencari Google dengan berbagai macam jurus SEO yang Anda coba terapkan, artikel ini juga sebuah sejenis jurus SEO, tapi di dunia bisnis, dunia offline, dunia nyata.

Anda dapat melakukan hal kecil yang membawa konsumen nyaman untuk berbelanja di toko Anda, misalnya dengan membebaskan biaya parkir pada toko Anda, tetapi keamanan tetap dirasakan bagi konsumen kendaraannya parkir di toko Anda. Hal tersebut bisa menjadi fasilitas yang pertama yang akan dinikmati konsumen yang berbelanja di toko Anda.

Penjualan juga dapat Anda tingkatkan dengan meningkatkan pemasaran. Pemasaran tidak berakibat langsung kepada penjualan tetapi pemasaran berpengaruh langsung terhadap customer awareness (kesadaran konsumen) dan customer image (persepsi konsumen).

Jika tingkat kesadaran konsumen di sekitar toko Anda sudah baik terhadap nama atau brand toko yang sudah Anda tentukan dan banyak orang yang mengetahui lokasi toko tersebut, itu akan sangat membantu penjualan.

Tahapan berikutnya adalah peningkatan persepsi konsumen pada toko Anda misalnya persepsi “murah dan mudah.” Hal itu dapat ditanamkan kepada konsumen dan calon konsumen toko Anda. Jadi jika mau belanja ”mudah dan murah” toko Anda lah jawabannya.

Jika Anda pernah membaca teori "The 5 Arrows Marketing Strategy Arrbey," disana dikatakan bahwa pengembangan konsep strategi pemasaran di implementasikan menjadi lima tahapan sebagai berikut:

1. Competition understanding
Memahami kompetisi yang sedang terjadi pada pasar peritel secara mikro, terkait lokasi, harga, kualitas, fasilitas, dan lain-lain.

2. Crafting marketing plan
Membuat strategi pemasaran yang tepat untuk toko, misalnya dapat memanfaatkan lahan parkir sebagai tempat nongkrong atau santai anak muda dan keluarga.

3. Commencing marketing plan
Perencanaaan di atas harus direalisasikan dalam tindakan jadi. Lakukanlah perubahan mulai dari yang kecil dan lakukanlah mulai dari sekarang.

4. Enhancing marketing performance
Percepatan harus dilakukan untuk memanfaatkan peluang dan momentum yang telah didapat. Pada situasi pengembangan peluang yang ada, harus dimanfaatkan secara maksimal. Maka bukan tidak mungkin kalau target satu tahun dapat dicapai dalam waktu tiga bulan.

5. Reviewing
Setelah sebuah proses strategi marketing diterapkan kita harus tetap review dan melihat sejauh mana keefektifan strategi marketing yang kita terapkan.

Silahkan Anda coba...semoga bermanfaat.
08.17 | 0 komentar | Read More

Cara Mengatasi Kesulitan Dalam Membuka Usaha

Written on Rabu, 07 Maret 2012 | 08.44

 Banyak alasan yang membuat seseorang batal membuka usaha seperti misalnya modal yang tidak cukup, biasanya adalah alasan utama  orang yang takut membuka usaha. Namun anehnya, pada waktu sudah bermodal pun, masih saja ada alasan bingung memulai usaha di bidang apa. Karena itu, ini dia tips yang cocok untuk mengatasi kesulitan dalam membuka usaha yang sering menjadi alasan banyak orang untuk memulai usaha.
08.44 | 0 komentar | Read More

5 Kewajiban dalam Mengelola Uang

Apapun pekerjaan Anda, berapapun penghasilan anda, semuanya bisa dikelola dengan lebih baik untuk menghindari defisit. Pengelolaan dan perencanaan keuangan yang tepat dapat memberikan solusi masalah keuangan bahkan membangun kemandirian khususnya bagi perempuan. Kebanyakan perempuan sering sekali mengaku tak pernah bisa menyisihkan uang termasuk untuk menabung apalagi melakukan investasi. Padahal, pengurangan konsumsi barang yang tidak penting dengan kondisi keuangan terbatas, seperti perhiasan atau pakaian yang bervariasi model dan warna, perempuan pasti bisa menyisihkan uang setiap bulannya.




Tahapan yang bisa dimulai dalam mengelola keuangan adalah sebagai berikut:
08.29 | 0 komentar | Read More

Tak Ada Kata Terlambat untuk Memulai

Written on Minggu, 26 Februari 2012 | 21.21

Masih teringat dengan baik di diri Seymour H. saat keluarganya menggodanya ketika ia ingin membuka waralaba pizza sendiri pada usia 59. "Mereka semua berkata aku sudah terlalu tua, dan bahwa aku bodoh untuk melepaskan pekerjaan saya sebagai juru masak," ujarnya saat mengingat peristiwa tersebut. "Yah, aku tidak mengira usia saya ada bedanya, kecuali bahwa saya sedikit lebih berpengalaman dalam bisnis makanan daripada laki-laki yang lebih muda. Tetapi banyak orang mencoba untuk meyakinkan Anda bahwa setelah Anda mencapai usia tertentu, sudah terlambat untuk mencoba hal-hal baru."

Namun, pernyataan itu tidak berlaku bagi Seymour. "Ini tidak masuk akal bagi saya," ungkapnya seperti dikutip dari buku karya Richard Michaels berjudul Money Making Business Opportunities.
Sekarang, semua orang tahu jika umur bukan persoalan untuk mencoba sesuatu. Seymour telah berhasil dalam bisnis waralaba pizza. Bahkan, dia memiliki salah satu dari sepuluh restoran waralaba yang paling menguntungkan.
21.21 | 0 komentar | Read More

Mengembangkan Bisnis Warnet

Written on Senin, 30 Januari 2012 | 08.28

Seperti halnya bidang usaha lain, pengusaha warnet juga ingin mengembangkan usahanya. Pertanyaannya, ke arah mana saja bisa mengembangkan usaha ini dengan melihat peluang lain tanpa meninggalkan sama sekali dasar usaha anda.

warnet
08.28 | 0 komentar | Read More

Manajemen Waktu Dan Profesionalisme

Written on Kamis, 26 Januari 2012 | 22.59

manajemen-waktu-rahasiadiva-com
22.59 | 0 komentar | Read More

Cara Membuka Usaha Secara Cepat Dan Sederhana


21.46 | 0 komentar | Read More

Tips Mengelola Keuangan Dan Gaji Bulanan


21.03 | 0 komentar | Read More

Strategi Dasar Ekspansi Dengan Baik

seputarbisnisdanmanajemen.blogspot.comEntrepreneur bukan semata-mata berdagang. Saat pedagang biasa sudah puas dengan bisnisnya yang menguntungkan, seorang entrepreneur harus selalu bekerja keras mencari peluang baru untuk bisa mengembangkan bisnisnya dan membawanya ke level yang lebih tinggi. Akan selalu ada target-target yang harus dicapai agar bisnis yang ada tidak hanya mampu bertahan tetapi juga bertumbuh dan tersebar.

Berikut adalah sejumlah strategi dasar yang bisa ditempuh agar bisa berekspansi dengan baik:


* Terapkan kompetensi dasar Anda dalam pasar yang relevan
Amati para pesaing yang memiliki keunggulan yang serupa dengan Anda dalam sektor yang berbeda. atau untuk pelanggan yang berbeda. Dengan menggunakan skala, lokasi, dan desain umum, Anda mungkin bisa memberikan pemecahan yang lebih baik atas masalah yang mereka hadapi tanpa harus memberikan harga yang lebih tinggi.


* Berikan produk atau layanan baru pada pelanggan yang ada
Anda telah mengetahui pelanggan yang sudah ada dengan baik dan membangun hubungan yang hangat dengan mereka. Mereka tahu siapa Anda dan merek apa yang Anda bangun.


* Tambahkan layanan yang bersifat pelengkap untuk produk Anda
Atau tambahkan produk yang bersifat pelengkap terhadap layanan Anda. Hal ini bisa dihubungkan dengan dukungan atau pendidikan yang berhubungan, atau sebuah paket produk dan layanan untuk sebuah kelompok baru pelanggan.


* Terapkan juga teknologi yang Anda sudah ketahui ke bidang lainnya
Dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat sekarang ini, Anda harus berasumsi bahwa produk Anda yang sekarang akan digeser dengan produk yang lebih baru. Perhatikan bagaimana dan ke arah mana teknologi terus berkembang dan berevolusi.


* Buka lebih banyak lokasi, perluas baik secara daring (online) maupun secara global.
 Alternatif selain menjual lebih banyak volume barang dengan lebih sering pada pelanggan yang sudah ada ialah dengan menjangkau lebih banyak pelanggan baru dengan kebutuhan yang sama. Di samping menambah lokasi fisik secara regional dan global, biaya untuk menghadirkan representasi online sebuah bisnis kini lebih rendah dibanding dahulu.


* Tawarkan bisnis sebagai waralaba
Waralaba itu layaknya mencetak klon bisnis Anda dan mengkontrak orang lain untuk menjalankan klon bisnis tersebut. Terdengar sangat sederhana namun membutuhkan usaha yang besar untuk mendokumentasikan setiap proses, membangun hubungan dengan para vendor, dan memantau seluruh tahapan pelaksanaannya.


* Lakukan penggabungan atau merger dengan bisnis lain atau lakukan akuisisi terhadap bisnis lainnya. Merger dan akuisisi merupakan langkah yang lazim dilakukan saat sebuah bisnis ingin merengkuh pasar yang lebih luas. Selain itu merger dan akuisisi juga menjadi jalan untuk mengakuisisi produk dan jasa lainnya, tanpa harus menjalani masa inkubasi untuk membangun dan menguji produk terlebih dulu. Ini sering berhasil jika Anda menemukan perusahaan yang serupa dengan milik Anda yang memiliki potensi yang sama tetapi sedang terjebak utang atau kekurangan tenaga ahli.


* Lisensikan produk Anda pada mitra atau sekutu. 
Jika jangkauan Anda kurang luas atau Anda tidak punya akses yang memadai terhadap segmen pasar utama atau kelompok pelanggan tertentu, melisensikan produk Anda, menambah mitra strategis, atau membangun sebuah kemitraan dengan perusahaan yang relevan akan membantu.


* Pekerjakan seseorang yang lebih kompeten dari Anda. 
Mereka akan memberikan pengetahuan dan pandangan lain yang belum Anda ketahui. Tingkatkan sebuah budaya aktif dan program pemberian imbalan bagi siapa saja yang mampu menghasilkan ide-ide baru. Jika Anda tidak melakukan hall-hal tersebut, biasanya oang-orang pintar idalam perusahaan Anda akan memberikan ide mereka ke orang lain atau menyerahkan ide itu pada pesaing.


* Jadilah anggota komunitas yang aktif. 
Melakukan kerja secara sukarela untuk membantu komunitas Anda akan memberikan pandangan baru pada permasalahan terkini, tantangan dan peluang bisnis. Pada saat yang sama, Anda membangun kredibilitas yang kelak akan diberikan oleh pelanggan masa datang.

Seorang entrepreneur unggul pasti akan selalu memburu produk dan layanan yang dibutuhkan orang dan bekerja mewujudkan solusi terhadap permasalahan orang untuk mendapatkan keuntungan dan kenyamanan. Tidak berpikir ke depan atau berjalan di tempat sebagai seorang entrepreneur berarti Anda tidak membuat kemajuan, bahkan bisa dikatakan mengalami kemunduran.


(*/berbagai sumber)
20.13 | 0 komentar | Read More

Membuat Bank Terkesan Dengan Bisnis Anda

bank
18.50 | 0 komentar | Read More
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...