Tampilkan postingan dengan label Manajemen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manajemen. Tampilkan semua postingan

Manajemen Keuangan Trading

Written on Senin, 23 Maret 2015 | 00.17

“Money management itu penting” mungkin kita sudah sering dengar "petuah-petuah" dari para senior trader. Tetapi sudah sejauh mana kita menerapkan Money Management ?

Meskipun money management adalah topik yang simple dan sering kita dengar, tapi masih sering juga kita ketemu trader yang mengeluh karena loss besar. Bahkan, kita sering masuk ke pasar dengan strategi yang benar dan menghasilkan profit, tapi keluar dengan posisi loss.

Diluar dari skill si trader dalam menganalisa market, ternyata sisi psikologi merekalah yang sebenarnya menyebabkan mereka Loss. Apa yang menyebabkan hal ini terjadi? Apakah pasar itu sangat sulit untuk dimengerti? Atau apa sebenarnya kesalahan simple yang bikin kita loss ?

Kebanyakan trader mengalami kerugian yang besar karena tidak mengerti apa itu yang dinamakan risk and reward. Artinya, kita harus mengerti dulu berapa jumlah kerugian yang akan kita hadapi untuk mendapatkan suatu keuntungan.
seputarbisnisdanmanajemen.blogspot.com


Pentingnya Manajemen Keuangan Dalam Trading

Tanpa pengetahuan mengenai manajemen resiko, kita seringkali menemukan trader yang terlalu lama menahan posisi floating loss. Tapi pas posisi floating profit, buru-buru untak close position. Hasilnya, posisi awal yang seharusnya profit berakhir tragis dalam keadaan rugi. Lalu kalau begitu keadaannya kita harus ngapain ?

Sebelum kita melakukan open position, kita harus memperhitungkan dengan cermat berapa jumlah kerugian yang akan kita tentukan, dan juga berapa profit yang akan kita dapatkan. Untuk itu kita perlu menentukan berapa rasio Stop Loss dan Take Profit.

Secara umum, rasio dari risk and reward adalah 1:2. Tapi ini bukan sebuah kewajiban menggunkan ratio 1 : 2 tergantung strategi manajemen keuangan kita. Contoh: trader A melakukan posisi buy pada currency USD/JPY pada running price 90.00 dengan menggunakan ratio risk and reward 1:2. Maka stop loss yang dipasang pada point 89.80 dan Take Profit pada point 90.40.

Dengan perhitungan risk and reward yang cermat, maka trader akan terjaga dari open posisi yang tidak sebanding dengan profit yang akan didapat.  Dengan menggunakan Stop Loss dan Taking Profit, ini membantu kita supaya tidak  perlu lagi mantengin chart setiap hari dan khawatir terkena margin call.

Dengan stop loss dan taking profit juga, membuat kita menjadi seorang trader yang disiplin dalam profit. Profit gak perlu banyak tiap hari yang penting konsisten. Stop Loss lebih besar dari Taking Profit, maka sistem trading nya belum bisa dikatakan sebagai bisnis.

Capek-capek mengumpulkan 10x profit hilang oleh 1x loss. Stop Loss = Taking Profit, maka sistem trading nya masih sarat dengan dominasi unsur spekulatif/ untung-untungan. Lebih berkonotasi gambling sistem. Stop Loss lebih kecil dari Taking Profit, inilah seharusnya sistem trading yang kita jalankan. Teknik ini merupakan kebiasaan dari trader-trader besar dunia.
Cuma, teknik ini membutuhkan dukungan psikologi trading yang kuat karena hold floating profit lebih memicu adrenalin ketimbang hold floating loss.

00.17 | 0 komentar | Read More

Tips Membatasi Penggunaan Kartu Kredit

Written on Minggu, 22 Maret 2015 | 23.16

seputarbisnisdanmanajemen.blogspot.comSebuah berita di Bisnis.com pada beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa transaksi penggunaan kartu kredit pada Desember 2013 hingga April 2014 mengalami peningkatan sebesar 18,32%. Hal ini berbanding terbalik dengan transaksi penggunaan kartu debit yang justru menurun sebesar 3,54% pada waktu yang sama.
Beberapa ekonom menuturkan bahwa peningkatan penggunaan kartu kredit ini disebabkan oleh menurunnya pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menyebabkan berkurangnya jumlah uang yang dimiliki masyarakat. Tapi karena berkurangnya jumlah uang ini tidak dibarengi dengan penurunan gaya hidup masyarakat, maka semakin banyak orang yang menggunakan kartu kredit.

Data ini menunjukkan kecenderungan orang untuk menggunakan kartu kredit sebagai pengganti uang tunai. Saat uang tunai sedang tidak siap di dompet, ‘pinjaman’ dari bank melalui kartu kredit adalah cara yang mudah untuk melakukan transaksi. Sayangnya, kebanyakan orang sering lupa menyesuaikan penggunaan kartu kredit dengan kemampuan mereka untuk membayar hutang. Akibatnya, hutang menumpuk dan melebihi batas ideal 30% dari total pendapatan.

Memiliki kartu kredit tak ada salahnya sebagai pegangan di saat darurat. Tapi tentu saja, Anda harus bisa menggunakannya dengan bertanggung jawab. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk membatasi penggunaan kartu kredit Anda:

1. Simpan kartu kredit Anda
Agar Anda tidak tergoda menggunakan kartu kredit untuk berbelanja, simpan kartu kredit Anda di rumah bersama barang-barang seperti paspor serta dokumen penting lain yang jarang Anda gunakan.

2. Hapus data kartu kredit Anda dari situs belanja online
Situs belanja online seperti Amazon dan iTunes biasanya menyimpan informasi kartu kredit Anda untuk mempermudah saat berbelanja. Hapus saja data kartu kredit tersebut, sehingga proses berbelanja Anda jadi lebih sulit dan Anda jadi lebih punya waktu untuk berpikir ulang sebelum berbelanja.

3. Rencanakan pembelian Anda
Saat Anda ingin membeli suatu barang, catat barang tersebut dalam dompet Anda. Beri waktu sekitar 1 minggu atau bahkan 1 bulan sebelum Anda membeli barang tersebut, sehingga Anda memiliki waktu untuk menghitung budget Anda sebelum berbelanja.

4. Tentukan prioritas berbelanja
Mana yang lebih penting: Membayar cicilan rumah atau membeli cicilan baru? Secara logika, pertanyaan tersebut bisa dijawab dengan mudah. Sayangnya, pembelanjaan biasanya dilakukan untuk mengikuti impuls yang muncul tiba-tiba.

5. Jangan berbelanja sendirian
Berbelanjalah bersama orang yang Anda percayai untuk mencegah Anda berbelanja hal-hal yang tidak perlu. Tapi tentunya Anda tidak disarankan untuk berbelanja bersama orang yang justru ‘meracuni’ anda untuk berbelanja.

6. Tentukan budget yang rasional
Seringkali belanja impulsif terjadi karena budget yang Anda buat terlalu ketat sehingga anda tidak memiliki kesempatan untuk menikmati uang yang Anda miliki. Misalnya, Anda menentukan anggaran rekreasi seperti jalan-jalan atau makan di restoran yang terlalu sedikit. Karena itu, buatlah budget yang rasional dan seimbangkan target menabung dengan kebutuhan rekreasi Anda.

7. Gantikan kartu kredit Anda dengan kartu debit
Untuk transaksi berbelanja yang mudah tanpa harus membawa uang tunai, Anda bisa menggunakan kartu debit daripada kartu kredit, sehingga anda membelanjakan uang yang sesuai dengan dimiliki tanpa harus berhutang. Simpan saja kartu kredit untuk hal-hal darurat yang muncul di luar dugaan.

seputarbisnisdanmanajemen.blogspot.com

Cermat dan bertanggung jawab menggunakan kartu kredit berperan penting untuk menjaga kesehatan keuangan anda. Jadi, jangan terlalu mudah untuk menggesek kartu kredit saat berbelanja.

23.16 | 0 komentar | Read More

Kunci Mendongkrak Penjualan Anda

Written on Jumat, 11 Mei 2012 | 08.17

seputarbisnisdanmanajemen.blogspot.com
Kunci Mendongkrak Penjualan Anda
Banyak hal yang dapat dilakukan dalam mendongkrak pemasaran dan penjualan. Sama seperti Anda berusaha sekuat tenaga mendongkrak rating blog Anda di mesin pencari Google dengan berbagai macam jurus SEO yang Anda coba terapkan, artikel ini juga sebuah sejenis jurus SEO, tapi di dunia bisnis, dunia offline, dunia nyata.

Anda dapat melakukan hal kecil yang membawa konsumen nyaman untuk berbelanja di toko Anda, misalnya dengan membebaskan biaya parkir pada toko Anda, tetapi keamanan tetap dirasakan bagi konsumen kendaraannya parkir di toko Anda. Hal tersebut bisa menjadi fasilitas yang pertama yang akan dinikmati konsumen yang berbelanja di toko Anda.

Penjualan juga dapat Anda tingkatkan dengan meningkatkan pemasaran. Pemasaran tidak berakibat langsung kepada penjualan tetapi pemasaran berpengaruh langsung terhadap customer awareness (kesadaran konsumen) dan customer image (persepsi konsumen).

Jika tingkat kesadaran konsumen di sekitar toko Anda sudah baik terhadap nama atau brand toko yang sudah Anda tentukan dan banyak orang yang mengetahui lokasi toko tersebut, itu akan sangat membantu penjualan.

Tahapan berikutnya adalah peningkatan persepsi konsumen pada toko Anda misalnya persepsi “murah dan mudah.” Hal itu dapat ditanamkan kepada konsumen dan calon konsumen toko Anda. Jadi jika mau belanja ”mudah dan murah” toko Anda lah jawabannya.

Jika Anda pernah membaca teori "The 5 Arrows Marketing Strategy Arrbey," disana dikatakan bahwa pengembangan konsep strategi pemasaran di implementasikan menjadi lima tahapan sebagai berikut:

1. Competition understanding
Memahami kompetisi yang sedang terjadi pada pasar peritel secara mikro, terkait lokasi, harga, kualitas, fasilitas, dan lain-lain.

2. Crafting marketing plan
Membuat strategi pemasaran yang tepat untuk toko, misalnya dapat memanfaatkan lahan parkir sebagai tempat nongkrong atau santai anak muda dan keluarga.

3. Commencing marketing plan
Perencanaaan di atas harus direalisasikan dalam tindakan jadi. Lakukanlah perubahan mulai dari yang kecil dan lakukanlah mulai dari sekarang.

4. Enhancing marketing performance
Percepatan harus dilakukan untuk memanfaatkan peluang dan momentum yang telah didapat. Pada situasi pengembangan peluang yang ada, harus dimanfaatkan secara maksimal. Maka bukan tidak mungkin kalau target satu tahun dapat dicapai dalam waktu tiga bulan.

5. Reviewing
Setelah sebuah proses strategi marketing diterapkan kita harus tetap review dan melihat sejauh mana keefektifan strategi marketing yang kita terapkan.

Silahkan Anda coba...semoga bermanfaat.
08.17 | 0 komentar | Read More

Bagaimana Melakukan Manajemen Resiko dalam memulai Bisnis ?

Written on Sabtu, 14 April 2012 | 10.10

seputarbisnisdanmanajemen.blogspot.com
Resiko berbisnis pasti ada ketika memulai bisnis. Mengatasi resiko diperlukan manajemen agar bisnis tetap berhasil dan menguntungkan. Hambatan memulai bisnis bisa diatasi dengan mengenal dua unsur berbeda yaitu resiko dan beresiko.

Bagaimana Melakukan Manajemen Resiko dalam memulai Bisnis ?


Sering kali seseorang ingin memulai bisnis, yang menghambat mereka bukan karena kurang ilmu nya, pengetahuan, atau bahkan kurang modal, melainkan rasa takut. Takut lah yang menghambat mereka untuk memulai bisnis, kalau kita mau mulai belajar bisnis alangkah baik nya kita mengenal satu yang nama nya Manajemen Resiko Bisnis

Resiko dengan beresiko adalah berbeda, resiko ada 2 unsur. Yaitu, pertama besar kecil kemungkinan terjadinya, yang kedua adalah besar kecil akibat nya, bisa itu positif atau negatif. Sedangkan beresiko apabila kita sudah menimbang resiko nya, yaitu besar kecil kemungkinan terjadi nya serta besar kecil akibat negatif nya dan positif nya. Apabila ternyata resiko nya tidak bisa kita terima, berarti bisnis tersebut beresiko.

Mari kita tes dengan angka, misal nya Anda mulai bisnis dengan kemungkinan berhasil 1:9. Maksud nya apa, Anda bisnis 10 kali berhasil nya cuma sekali, yang kesepuluh bangkrut. Kira-kira Anda mau atau tidak, tentu saja Anda berbicara tidak mau.

Kenapa tidak mau karena Anda merasa kemungkinan gagal nya jauh lebih besar dan Anda tidak mau. Anda lupa menimbang apa yang perlu Anda timbang? Yaitu besar kecil nya akibat nya kalau terjadi. Misal nya begini, kalau Anda bisnis akibat nya kalau gagal Anda cuma bayar satu, tetapi kalau berhasil Anda dapat 50 kali. Mari sekarang kita hitung lagi, saya ulangi sekali lagi. Kalau Anda tidak berhasil efek nya paling buruk Anda bayar nya cuma satu. Tetapi sekali berhasil Anda dapat 50 resiko nya, bisa Anda terima.

Mari kita hitung usaha Anda, 10 kali berhasil nya cuma 1. Berarti Anda gagal nya 9 kali dan Anda bayar satu, satu saja. Tetapi kalau Anda berhasil dapat nya 50 kira-kira mau tidak? Mau, berapa kali. Anda pasti mau sebanyak-banyak nya bisnis dengan kemungkinan berhasil 10 persen. Karena kalau sekali berhasil Anda dapat 50 kali lipat di banding kalau Anda gagal sekali.

Sekarang ketika mulai bisnis kita akan selalu menimbang akan hal ini. Kemungkinan berhasil nya berapa persen dan kemudian yang kedua adalah akibat nya apa kalau saya berhasil saya dapat apa? Tetapi kalau saya tidak berhasil saya bayar berapa. Berarti tergantung juga satu unsur lagi dari kondisi keuangan Anda.

Kalau kondisi keuangan Anda hari ini misalnya 20, Anda mainnya berapa? Misalnya Anda main nya dua,dua,dua. atau Anda main nya satu,satu. Atau main nya sepuluh, sepuluh dan Anda cuma main dua kali saja. Kalau kemungkinan berhasil nya 1:9 atau 10 persen, Anda cuma punya uang 20 Anda harus main dan main nya satuan saja.

Misal nya Rp 20.000.000 Anda main nya Rp 1.000.000, Rp.1.000.000. Tetapi kalau Rp 100.000.000 Anda main Rp10.000.000 ,Rp10.000.000 . Karena rasio keberhasilan nya 1:9 main 10 kali 9 kali gagal dan 1 kali berhasil. Mungkin tidak ternyata luput Anda main Rp20.000.000 dan ikut Rp 1.000.000. Kalau sampai kalah 15 kali pun tidak masalah. Begitu ke 16 kali menang dan dapat Rp50.000.000 baru seru. Dengan demikian ketika memulai bisnis Anda mulai tanya, resiko nya apa.

Resiko yang paling buruk apa, misalnya resiko paling buruk saya kehilangan sejumlah uang sekian. Saya sudah rela, kemudian kemungkinan berhasil nya 50:50. Dan kalau saya berhasil dapat nya “Lima kali lipat”. Yang paling penting saya bisa main 3 kali sampai 4 kali. sekali menang saya dapat 5 kali lipat. Dengan me manage resiko seperti ini kita gali pertanyaan lagi.

Misalnya begini, ketika mau mulai bisnis, akibat nya kalau saya bisnis ini saya kehilangan Rp100.000.000 , dan Rp100.000.000 masih bisa saya terima. Tetapi lebih baik Anda tanya lagi supaya kalau Rp1.000.000 kemungkinan resiko nya jauh lebih kecil. Ini bisa tidak pakai istilah bagi hasil. Tidak harus keluar modal terlebih dahulu, modal nya bisa dari orang lain terlebih dahulu atau dari suplier Anda.

Sehingga Anda tidak pakai modal dan kemungkinan Anda ruginya jauh lebih nol lagi karena sudah tanpa modal sama sekali. Kemudian Anda bisa “Konsinyasi” terlebih dahulu, akibat nya kalau Anda tidak laku Anda bisa kembalikan saja.

Pertanyaan kedua supaya kemungkinan berhasilnya jauh lebih besar? setelah Anda mulai menimbang resiko Anda jangan lupa tanya kedua hal ini. Karena supaya akibatnya jauh lebih kecil, bisa tidak konsinyasi dulu atau bisa tidak ada garansi nya. Supaya kemungkinan untung jauh lebih besar, saya harus belajar dengan siapa.

Ketika Anda menimbang seperti ini, hidup Anda akan jauh lebih berani ambil resiko. Karena resiko selalu ada dan bisa terjadi dimana-mana.Memang semua di luar pemikiran kita, misal pada saat Anda membaca artikel ini. Pertanyaan nya ada tidak resiko nya? Bisa jadi rumah Anda di tabrak pesawat terbang dan Anda mati, ungkin tidak? Itu mungkin sekali dan pertanyaan nya itu resiko dan ini kemungkinan nya kecil. Atau bisa juga saat ini jika Anda nonton ramai-ramai bersama saudara Anda mungkin tidak kemungkinan nya dapat terjadi, atau resiko ini terjadi tetapi akibat nya kecil. Misalnya orang yang seruangan Anda kentut, pasti kan ada efeknya. Ya efeknya itu bau, kemungkinan terjadi nya besar dan itu bisa kita abaikan. Sesuatu hal yang kita timbang ini kita tidak mampu menerima nya berarti resiko.

Anda mulai usaha dengan modal 10 Milyar, duit Anda cuma 2 Milyar. Yang 8 Milyar Anda utang dengan cara Anda gadaikan rumah dan sebagainya, bahkan Anda hutang kepada mafia dan mafia nya kejam sekali. “Awas ya saya tahu anak mu sekolah dimana kalau ada apa-apa nanti saya incar anak mu”. Kemudian Anda kerja sama dengan orang yang baru Anda kenal, dan orang tadi baru 2 bulan keluar dari penjara.

Bagi Anda bisnis nya beresiko tidak, tetapi dengan kondisi yang sama dan dengan kepemilikan harta nya lebih banyak. Misalnya Bill Gates modal nya 10 Milyar kemungkinan berhasil nya hampir nol karena partner nya habis keluar dari penjara dan dia bergelut di dunia yang baru. Bagi Bill Gates itu beresiko atau tidak beresiko. Saya simpulkan kalau Anda mau bisnis atau investasi pertimbang kan resiko atau beresiko.

Kalau resiko nya ada dan Anda terima kemungkinan berhasil dan bisa Anda terima.Kalau Anda kena resiko lebih kecil maka akibat nya kecil. Dan juga siapa yang bisa bantu saya, saya harus join sama siapa dan sudah Anda timbang semua ternyata masih bisa terima resiko dengan misi kekayaan Anda.

Semoga anda bisa mengerti kata-kata saya diatas, dan bermanfaat bagi anda.
10.10 | 0 komentar | Read More

Manajemen Waktu Dan Profesionalisme

Written on Kamis, 26 Januari 2012 | 22.59

manajemen-waktu-rahasiadiva-com
22.59 | 0 komentar | Read More

Strategi Dasar Ekspansi Dengan Baik

seputarbisnisdanmanajemen.blogspot.comEntrepreneur bukan semata-mata berdagang. Saat pedagang biasa sudah puas dengan bisnisnya yang menguntungkan, seorang entrepreneur harus selalu bekerja keras mencari peluang baru untuk bisa mengembangkan bisnisnya dan membawanya ke level yang lebih tinggi. Akan selalu ada target-target yang harus dicapai agar bisnis yang ada tidak hanya mampu bertahan tetapi juga bertumbuh dan tersebar.

Berikut adalah sejumlah strategi dasar yang bisa ditempuh agar bisa berekspansi dengan baik:


* Terapkan kompetensi dasar Anda dalam pasar yang relevan
Amati para pesaing yang memiliki keunggulan yang serupa dengan Anda dalam sektor yang berbeda. atau untuk pelanggan yang berbeda. Dengan menggunakan skala, lokasi, dan desain umum, Anda mungkin bisa memberikan pemecahan yang lebih baik atas masalah yang mereka hadapi tanpa harus memberikan harga yang lebih tinggi.


* Berikan produk atau layanan baru pada pelanggan yang ada
Anda telah mengetahui pelanggan yang sudah ada dengan baik dan membangun hubungan yang hangat dengan mereka. Mereka tahu siapa Anda dan merek apa yang Anda bangun.


* Tambahkan layanan yang bersifat pelengkap untuk produk Anda
Atau tambahkan produk yang bersifat pelengkap terhadap layanan Anda. Hal ini bisa dihubungkan dengan dukungan atau pendidikan yang berhubungan, atau sebuah paket produk dan layanan untuk sebuah kelompok baru pelanggan.


* Terapkan juga teknologi yang Anda sudah ketahui ke bidang lainnya
Dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat sekarang ini, Anda harus berasumsi bahwa produk Anda yang sekarang akan digeser dengan produk yang lebih baru. Perhatikan bagaimana dan ke arah mana teknologi terus berkembang dan berevolusi.


* Buka lebih banyak lokasi, perluas baik secara daring (online) maupun secara global.
 Alternatif selain menjual lebih banyak volume barang dengan lebih sering pada pelanggan yang sudah ada ialah dengan menjangkau lebih banyak pelanggan baru dengan kebutuhan yang sama. Di samping menambah lokasi fisik secara regional dan global, biaya untuk menghadirkan representasi online sebuah bisnis kini lebih rendah dibanding dahulu.


* Tawarkan bisnis sebagai waralaba
Waralaba itu layaknya mencetak klon bisnis Anda dan mengkontrak orang lain untuk menjalankan klon bisnis tersebut. Terdengar sangat sederhana namun membutuhkan usaha yang besar untuk mendokumentasikan setiap proses, membangun hubungan dengan para vendor, dan memantau seluruh tahapan pelaksanaannya.


* Lakukan penggabungan atau merger dengan bisnis lain atau lakukan akuisisi terhadap bisnis lainnya. Merger dan akuisisi merupakan langkah yang lazim dilakukan saat sebuah bisnis ingin merengkuh pasar yang lebih luas. Selain itu merger dan akuisisi juga menjadi jalan untuk mengakuisisi produk dan jasa lainnya, tanpa harus menjalani masa inkubasi untuk membangun dan menguji produk terlebih dulu. Ini sering berhasil jika Anda menemukan perusahaan yang serupa dengan milik Anda yang memiliki potensi yang sama tetapi sedang terjebak utang atau kekurangan tenaga ahli.


* Lisensikan produk Anda pada mitra atau sekutu. 
Jika jangkauan Anda kurang luas atau Anda tidak punya akses yang memadai terhadap segmen pasar utama atau kelompok pelanggan tertentu, melisensikan produk Anda, menambah mitra strategis, atau membangun sebuah kemitraan dengan perusahaan yang relevan akan membantu.


* Pekerjakan seseorang yang lebih kompeten dari Anda. 
Mereka akan memberikan pengetahuan dan pandangan lain yang belum Anda ketahui. Tingkatkan sebuah budaya aktif dan program pemberian imbalan bagi siapa saja yang mampu menghasilkan ide-ide baru. Jika Anda tidak melakukan hall-hal tersebut, biasanya oang-orang pintar idalam perusahaan Anda akan memberikan ide mereka ke orang lain atau menyerahkan ide itu pada pesaing.


* Jadilah anggota komunitas yang aktif. 
Melakukan kerja secara sukarela untuk membantu komunitas Anda akan memberikan pandangan baru pada permasalahan terkini, tantangan dan peluang bisnis. Pada saat yang sama, Anda membangun kredibilitas yang kelak akan diberikan oleh pelanggan masa datang.

Seorang entrepreneur unggul pasti akan selalu memburu produk dan layanan yang dibutuhkan orang dan bekerja mewujudkan solusi terhadap permasalahan orang untuk mendapatkan keuntungan dan kenyamanan. Tidak berpikir ke depan atau berjalan di tempat sebagai seorang entrepreneur berarti Anda tidak membuat kemajuan, bahkan bisa dikatakan mengalami kemunduran.


(*/berbagai sumber)
20.13 | 0 komentar | Read More

Sumber Dana Alternatif Bagi perusahaan

Tidak selamanya suatu perusahaan memiliki dana terus-menerus yang cukup untuk membiayai segala kegiatan operasional perusahaan. Mau tak mau perusahaan harus mendapatkan dana segar yang dapat dilakukan dengan berbagai cara untuk tetap dapat bertahan.
Money_stacks
19.49 | 0 komentar | Read More

Mengapa Yang Kaya Semakin Kaya ?

Written on Rabu, 25 Januari 2012 | 22.00

Kenapa orang kaya semakin kaya, kelas menengah bergumul terus, dan yang miskin bablas miskin.
22.00 | 0 komentar | Read More

Kiat Untuk Merekrut Sales People Yang Bagus

Menurut teori, karyawan ini bertanggungjawab untuk berdemonstrasi, melakukan presentasi personal secara langsung, menjual produk dan jasa kepada konsumen.
Marilah kita selidiki apa saja kualitas kunci dalam mengelola perekrutan yang harus di nilai untuk mendapatkan pilihan yang tepat.
21.54 | 0 komentar | Read More

Bagaimana Meningkatkan Semangat Hidup Sehari-hari

Anda pernah gagal? Pasti pernah …
Kapan terakhir kali Anda gagal?
21.49 | 0 komentar | Read More

Anda Mungkin Adalah Yang Terbaik, tapi Orang Tidak Akan Tahu Bila Anda Lupa Hal Ini....

Sebagai eksekutif berjiwa muda, Anda tentu sependapat dengan saya bahwa produk yang memuaskan bagi pelanggan itu hukumnya wajib.
21.41 | 0 komentar | Read More

Langkah Awal Berbisnis Yang Baik

21.17 | 0 komentar | Read More
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...